Open Discussion: All About Mendeley

17 March 2016 Oleh lusiasatiarahmawati Dilihat 49 kali

 

 

 

Menyusun Daftar Pustaka dalam laporan karya ilmiah ternyata menjadi tantangan tersendiri. Selain harus memastikan sumber dokumen yang kita gunakan valid dan jelas, seorang peneliti juga harus jeli menyusunnya dengan tata cara yang benar. Beruntung kita sekarang hidup di jaman serba canggih, di mana teknologi informasi memungkinkan kita untuk membangun sebuah aplikasi mini perpustakaan bernama “Mendeley” yang sangat membantu para peneliti membuat Daftar Pustaka dengan baik.

Kamis (17/3/16) ini, Telkom University Open Library menggelar “Open Discussion” bertema “All About Mendeley” dengan Ibu Ema Rachmawati sebagai pembicara di Ruang Audio Visual Unit Sumber Daya Keilmuan & Perpustakaan Gedung Bangkit Lt. 4. Rupanya, banyak civitas akademika yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Mendeley. Maka tidak heran jika “Open Discussion” kali ini mendapatkan respon yang sangat positif dari 35 peserta. Mereka belajar bagaimana memanfaatkan Mendeley untuk mensitasi referensi karya ilmiah, khususnya dokumen-dokumen yang bersifat soft file.

 Mendeley merupakan aplikasi yang bersifat opensource dan dapat di instalasi secara gratis yang digunakan sebagai reference manager dan academic social network yang dibuat  bagi mereka yang memiliki akses tinggi ke karya-karya ilmiah baik berupa textbook,  program, prosiding, jurnal atau bahkan film ilmiah sekalipun.

 “Saat ini banyak sekali bermunculan perangkat lunak “citation & reference manager” yang menawarkan berbagai fitur yang memudahkan penulis maupun dosen pembimbing untuk melacak keaslian referensi yang digunakan oleh mahasiswanya. Namun yang lebih banyak mencuri perhatian adalah Mendeley karena lebih user friendly sehingga membuat “hidup” kita lebih mudah”, ungkap Ema.

 Dalam open discussion ini juga dijelaskan mengenai cara instalasi mendeley, bahkan sampai pada tahap mempraktekkan cara penggunaan aplikasi ini. Terdapat beberapa keunggulan dari aplikasi mendeley diantaranya karya ilmiah yang kita upload dapat secara otomatis diurutkan baik menurut penulis, judul, tahun, dan penerbit.

 Kita juga dapat membuat perpustakaan sendiri di komputer dan mencari tulisan tidak hanya dalam satu jurnal tetapi diseluruh jurnal/buku yang mengandung kata yang kita cari, tutur Ema.

 Para peserta sangat antusias mengikuti mini diskusi ini karena banyak pertanyaan ketika sesi Tanya jawab dibuka. Semoga pelatihan ini dapat menambah pengetahuan baru bagi para peserta dan dapat mempermudah para peserta dalam menyusun karya ilmiahnya. ***

Informasi Lainnya