Manfaat Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Universitas

22 April 2024 Oleh mzakyrakhmat Dilihat 98 kali

Manfaat Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Universitas

Green Space atau disebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang dapat berupa jalur panjang atau kelompok area terbuka yang ditanami tanaman secara alami atau buatan.  Dalam perkembangannya, ruang terbuka hijau menjadi komponen integral dalam desain dan pembangunan perkotaan modern pada saat ini. Pengembangan RTH memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan perkotaan tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan dan kesejahteraan psikologis masyarakat luas.

Ruang hijau memberikan peluang bagi rekreasi, interaksi sosial, dan relaksasi, yang semuanya penting untuk menciptakan keseimbangan mental di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Dalam konteks kesehatan mental, keberadaan ruang hijau telah terbukti secara konsisten mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kohesi sosial di antara warga kota. Studi ilmiah menunjukkan bahwa akses terhadap alam dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi serta kecemasan.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan tidak hanya pada area perkotaan saja, tetapi juga pada area Universitas. RTH pada lingkungan Universitas dapat berkontribusi secara aktif terhadap kesehatan serta kesejahteraan seluruh civitas akademika. Dengan adanya RTH di lingkungan Universitas, berbagai manfaat dapat dirasakan, mulai dari aspek lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga interaksi sosial.

Keberadaan ruang hijau juga memberikan dampak positif dalam mengatasi tantangan iklim modern, seperti polusi udara dan kenaikan suhu yang seringkali tidak terduga. Tanaman dan vegetasi yang tumbuh subur di ruang hijau membantu menyaring polusi udara dan menghasilkan oksigen yang penting bagi semua anggota komunitas akademik. Lebih dari itu, vegetasi juga menyerap panas, membantu menurunkan suhu udara di sekitar area universitas, mengurangi risiko dari gelombang panas yang dapat mengancam kesehatan civitas akademik. Dengan demikian, ruang hijau tidak hanya menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga merupakan infrastruktur penting dalam menjaga kesehatan lingkungan di Universitas.

Dalam rangka mendukung kegiatan pemelajaran seluruh civitas akademika, RTH dapat menjadi salah satu solusi efektif, manfaat RTH di universitas antara lain:

  1. Ruang hijau memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi tekanan psikologis apalagi untuk mahasiwa yang sedang strees dalam menghadapi perkuliah, dengan memberikan lingkungan alami yang menenangkan dan menyegarkan pikiran.
  2. Dengan menyediakan ruang terbuka yang ramah dan santai, ruang hijau menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertemuan, diskusi, dan kolaborasi antar mahasiswa. Para mahasiswa dapat menggunakan ruang hijau sebagai tempat untuk mengadakan acara, seperti pertemuan kelompok studi, diskusi panel, atau bahkan acara budaya dan seni.
  3. Efek peningkatan suhu lingkungan juga dapat dikurangi dengan adanya ruang hijau. Tumbuhan dan vegetasi di ruang hijau membantu menyerap panas dari sinar matahari dan mengurangi suhu udara di sekitarnya.
  4. Sebagai Identitas Universitas, Desain dan pengelolaan RTH yang baik dapat membentuk identitas visual kampus yang unik dan menarik. RTH yang indah dan terawat dengan baik dapat menjadi kebanggaan bagi seluruh komunitas universitas, serta meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa atau stakeholder lainnya.

Penting untuk diingat bahwa manfaat dari ruang hijau tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Dengan menjadi tempat untuk melepaskan diri dari tekanan keseharian, ruang hijau memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk rehat sejenak dengan berbagai kegiatan perkuliahan yang membuat stress. Ruang hijau juga hadir untuk dapat menyegarkan pikiran dan meningkatkan kreativitas. Interaksi sosial antar mahasiswa yang terjadi di ruang hijau juga berperan penting dalam membentuk hubungan komunitas yang kuat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Namun, untuk memaksimalkan manfaat dari ruang hijau, beberapa faktor perlu dipertimbangkan oleh seluruh civitas akademika.

  1. Kualitas dan aksesibilitas ruang hijau merupakan hal yang sangat penting. Ruang hijau yang terawat dengan baik dan mudah diakses oleh para civitas akdemika akan dimanfaatkan dengan lebih efisien dan teratur.
  2. Keterlibatan civitas terhadap ruang hijau juga memainkan peran kunci dalam mempengaruhi dampaknya terhadap kesehatan mental. Penting bagi perencana lingkungan dan pengembang untuk secara aktif melibatkan seluruh civitas dalam proses perancangan dan pemeliharaan ruang hijau, sehingga menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para civitas akademika.

Dengan demikian, ruang hijau bukan hanya merupakan elemen tambahan dalam lanskap suatu Universitas, RTH dapat menjadi pendukung dalam menciptakan lingkungan Universitas yang sehat dan berkelanjutan.

Keberadaan ruang terbuka hijau di suatu universitas, selain bermanfaat untuk mendukung poses belajar mengajar, juga menjadi salah satu kriteria dalam penilaian pemeringkatan kampus hijau dan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Program ini diselenggarakan untuk mengetahui usaha penghijauan dan berkelanjutan dari setiap kampus di Indonesia dan dunia yang dikenal dengan nama UI Green Metric World University Rangkings (UIGM).

Pada tahun 2023, Telkom University dinobatkan menjadi Universitas Swasta Terbaik di Indonesia yang menempati rangking pertama Versi UI Green Metric, sedangkan rangking seluruh kampus di Indonesia, Tel-U menempati peringkat 11 dan peringkat ke 95 di dunia.

Investasi dalam pembangunan dan pemeliharaan RTH tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam hal kesehatan dan kesejahteraan para civitas akademika saja, tetapi juga memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap kualitas kegiatan pembelajaran di lingkungann Universitas. Oleh karena itu, penting bagi seluruh civitas akademika baik itu Mahasiswa, Dosen maupun Pegawai untuk bersama - sama dalam memastikan bahwa ruang hijau yang berkualitas dan menjaga ruang hijau yang sudah tersedia.

Penulis: Muhammad Zaky Rakhmat | Editor:Irma Sari R | Ilustrasi : Freepik.com

Referensi

Delgado-Serrano, M. M., Melichová, K., Mac Fadden, I., & Cruz-Piedrahita, C. (2024). Perception of green spaces’ role in enhancing mental health and mental well-being in small and medium-sized cities. Land Use Policy, 139. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2024.107087

Hipp, J. A., Gulwadi, G. B., Alves, S., & Sequeira, S. (2016). The Relationship Between Perceived Greenness and Perceived Restorativeness of University Campuses and Student-Reported Quality of Life. Environment and Behavior, 48(10), 1292–1308. https://doi.org/10.1177/0013916515598200

Informasi Lainnya