ABSTRAK
Fenomena hikikomori, yaitu kondisi pengasingan diri ekstrem yang dipicu oleh tekanan psikologis dan sosial, menjadi isu utama dalam karya seni ini. Berawal dari pengalaman pribadi penulis dalam menghadapi tekanan hidup dan kecanduan media sosial pasca pandemi, karya ini mengeksplorasi gaya kehidupan seorang hikikomori melalui pendekatan seni installation painting. Medium ini menggabungkan elemen lukisan kanvas dengan objek fisik dalam bentuk instalasi untuk menciptakan suasana kamar yang menggambarkan dunia tertutup seorang hikikomori. Karya ini menampilkan kamar sebagai ruang utama dengan visualisasi kasur, meja, perangkat digital, serta benda-benda keseharian yang berserakan, termasuk sampah dan perlengkapan hobi pemilik kamar. Penggunaan warna cerah dan gaya visual digital pada elemen tertentu dikontraskan dengan penggambaran realis pada objek sampah untuk menegaskan keterjebakan antara dunia maya dan realitas. Karya ini bertujuan membangun empati dan kesadaran terhadap dampak negatif penggunaan media sosial dan pentingnya interaksi sosial yang sehat di era digital. Melalui pendekatan konseptual, visual yang personal dan kontemporer, karya ini diharapkan mampu menyampaikan refleksi mendalam mengenai kondisi sosial manusia modern dan memperluas pengalaman estetika penonton secara interaktif.
Kata kunci: hikikomori, installation painting, isolasi sosial, media sosial, seni kontemporer