Persaingan organisasi saat ini menjadi sangat ketat, termasuk persaingan pada lembaga pendidikan. Kualitas dan citra lembaga pendidikan yang baik menjadi faktor penting untuk daya tarik lembaga pendidikan di mata masyarakat. Strategi yang diterapkan organisasi untuk meningkatkan kualitas dan citra melalui pengembangan sumber daya manusianya dengan cara mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, pengetahuan yang dimiliki karyawan. Pengetahuan karyawan merupakan aset terpenting untuk membangun kinerja unggul melalui praktik knowledge sharing. Fenomena yang terjadi pada LPI Yayasan Al-Muttaqin yaitu terjadinya naik turunnya kinerja karyawan dalam waktu tiga tahun terakhir, serta tidak diselenggarakannya program knowledge sharing secara maksimal terutama knowledge donating dan knowledge collecting karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana knowledge donating, knowledge collecting, dan kinerja karyawan di LPI Yayasan Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya, serta untuk mengetahui pengaruh knowledge donating dan knowledge collecting terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reabilitasnya kepada 110 orang LPI Yayasan Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampel non-probability sampling, dan untuk menganalisis hasil penelitian menggunakan Analysis Path dengan software IBM SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukan knowledge donating, knowledge collecting dan kinerja karyawan berada pada kategori efektif. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa knowledge donating dan knowledge collecting pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Knowledge donating berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, knowledge collecting berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan knowledge donating dan knowledge collecting mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 95,8%. Saran bagi LPI Yayasan Al-Muttaqin adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan, harus lebih memperhatikan kepada knowledge collecting, karena hasil penelitian ditemukan bahwa knowledge collecting mempunyai pengaruh lebih dominan terhadap kinerja karyawan. Saran bagi peneliti berikutnya adalah agar mempertimbangkan indikator-indikator lainnya dalam mengavaluasi kinerja karyawan.