Tranformasi digital di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir telah mendorong perubahan signifikan masyarakat dari cara bertransaksi, beraktivitas, hingga berinteraksi. Peningkatan penetrasi internet dan adopsi smartphone menciptakan tuntutan bagi perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan layanan komunikasi yang cepat, efisien, dan andal. Dalam studi ini, perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan tujuan dapat bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI selama periode 2014- 2023 dengan menggunakan pendekatan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini menggunakan empat variabel input cost of investment, non-wage operational, number of employees, dan staff costs (salaries and wages) serta tiga variabel output revenue, net income dan mobile subscribers. Sampel penelitian ini terdiri dari 6 perusahaan telekomunikasi yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi perusahaan telekomunikasi di Indonesia selama periode 2014-2023 bervariasi, dengan PT Telkom Indonesia, XL Axiata, dan Bakrie Telecom mencapai efisiensi sempurna di sebagian besar tahun pengamatan. Sementara itu, Indosat mengalami beberapa periode inefisiensi yang signifikan, terutama pada tahun-tahun yang terdampak pandemi COVID-19. Smartfren Telecom mencatatkan efisiensi sempurna di seluruh periode, mencerminkan manajemen yang sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang berhasil mengoptimalkan penggunaan sumber daya cenderung lebih efisien dalam operasionalnya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur mengenai efisiensi perusahaan telekomunikasi dan menyarankan agar perusahaan fokus pada optimalisasi pengelolaan investasi serta biaya operasional non-gaji untuk meningkatkan efisiensi lebih lanjut.
Kata Kunci: Efisiensi, Telekomunikasi, Data Envelopment Analysis (DEA), Bursa Efek Indonesia, Perusahaan.