Stasiun radio di Jakarta saat ini kebanyakan memilih untuk memposisikan dirinya dengan mengedepankan unsur modernitas di dalam isi siarannya untuk menarik banyak pendengar, tetapi Bens Radio memilih untuk mengikuti perkembangan jaman tanpa mengesampingkan kearifan lokal yaitu budaya betawi. Melalui tagline “Betawi Punye Gaye Selera Siape Aje” Bens Radio membangun positioning sebagai radio etnik betawi dan menjadi radio betawi satu-satunya. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan makna leksikal, makna gramatikal dan makna ideasional pada tagline Bens Radio “Betawi Punye Gaye Selera Siape Aje”.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. Untuk menganalisis makna tagline dalam penelitian ini menggunakan teori semantik yang dikhususkan untuk mempelajari makna atau arti bahasa. Hasil penelitian dari analisis data mendeskripsikan makna leksikal yang terdapat pada tagline Bens radio adalah suku bangsa yang mendiami daerah Jakarta yang memiliki tingkah laku yang khas dan sanggup untuk menjadi kesukaan siapapun. Makna gramatikal pada tagline tersebut ialah radio suku Betawi yang memiliki ciri khas yang menjadi kesukaan orang-orang. Makna ideasional yang terdapat pada tagline mendeskripsikan bahwa Bens Radio ingin menggiring opini sebagai radio etnik betawi satu-satunya yang mengudara dengan menonjolkan ciri khas yang dimiliki masyarakat betawi melalui gaya bahasa siaran yang dibawakan maupun konsep program acara yang disampaikan namun dapat dinikmati tidak hanya oleh etnis betawi itu sendiri namun juga dapat menjadi kesukaan etnis lainnya.