IPO Underpricing: Kinerja Saham IPO di Bursa Efek Indonesia (Studi Tahun 2021 – 2023) - Dalam bentuk buku karya ilmiah

YANDI NOVEMRIAN

Informasi Dasar

274 kali
25.05.827
658.15
Karya Ilmiah - Thesis (S2) - Reference

Initial Public Offering (IPO) merupakan langkah penting bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan eksternal dan meningkatkan visibilitas di pasar modal. Dalam IPO, perusahaan sering kali mencatatkan harga saham perdana di bawah nilai pasar aktual yang disebut underpricing. Underpricing merupakan fenomena ketika harga saham pada hari pertama perdagangan lebih tinggi dibanding harga penawaran awal. Hal ini menyebabkan lonjakan harga signifikan pada hari pertama perdagangan dan menimbulkan ketertarikan investor terhadap saham IPO. Periode 2021 hingga 2023 menunjukkan peningkatan signifikan baik dari jumlah perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun total dana yang berhasil dihimpun.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat underpricing serta menguji pengaruh beberapa faktor non-keuangan terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO di BEI selama tahun 2021 hingga 2023. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi sektor industri, jumlah dana yang dihimpun, reputasi underwriter, reputasi kantor akuntan publik (KAP), dan reputasi konsultan hukum.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi logistik. Sampel penelitian terdiri dari 187 perusahaan yang melakukan IPO selama periode 2021–2023.  Teknik desain sampling yang dipakai ialah non probabilitas-purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diuji, dua variabel yaitu jumlah dana yang dihimpun dan reputasi KAP memiliki pengaruh signifikan terhadap underpricing. Semakin besar dana yang dihimpun, semakin tinggi kecenderungan underpricing. Reputasi KAP yang baik dapat menurunkan risiko underpricing karena meningkatkan kepercayaan investor terhadap kualitas informasi yang disajikan. Sementara itu, variabel sektor industri, reputasi underwriter, dan reputasi konsultan hukum tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap underpricing. Secara simultan, kelima variabel tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat underpricing.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam konteks pasar modal Indonesia pasca pandemi dengan mengidentifikasi determinan non-keuangan dari underpricing IPO. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup variabel yang belum mencakup aspek keuangan dan aspek non keuangan lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor, manajemen perusahaan, dan regulator dalam mengambil keputusan strategis terkait IPO serta memperkaya literatur akademik mengenai pasar modal di Indonesia.
 

Subjek

Corporate - finance
 

Katalog

IPO Underpricing: Kinerja Saham IPO di Bursa Efek Indonesia (Studi Tahun 2021 – 2023) - Dalam bentuk buku karya ilmiah
 
 
 

Sirkulasi

Rp. 0
Rp. 0
Tidak

Pengarang

YANDI NOVEMRIAN
Perorangan
Irni Yunita
 

Penerbit

Universitas Telkom, S2 Manajemen PJJ
Bandung
2025

Koleksi

Kompetensi

 

Download / Flippingbook

 

Ulasan

Belum ada ulasan yang diberikan
anda harus sign-in untuk memberikan ulasan ke katalog ini