ABSTRAK Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah menimbulkan kerusakan serius terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Perubahan kondisi sungai, pencemaran air, serta konflik sosial menjadi realitas sehari-hari yang turut membentuk keresahan personal penulis sebagai warga lokal sekaligus seniman. Menanggapi situasi tersebut, penciptaan karya ini dilakukan sebagai bentuk ekspresi dan refleksi atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas PETI. Melalui pendekatan mix media dalam bingkai seni kontemporer, karya dikembangkan melalui proses konseptual yang berangkat dari pengalaman pribadi, riset lapangan, serta eksplorasi media dan bentuk. Proses visualisasi ini bertujuan menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk akhir yang bersifat reflektif, komunikatif, dan terbuka untuk dimaknai oleh penonton. Melalui karya ini, penulis berharap dapat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta menyadari dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang emas ilegal yang kian masif di wilayah tersebut. Kata Kunci: Tambang emas ilegal, Kecamatan Suhaid, degradasi lingkungan, mix media, seni kontemporer