Penelitian ini mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk mengatasi tantangan disinformasi yang berkembang pesat, didorong oleh kesadaran akan potensi AI dan keterbatasan model bahasa besar (LLM) seperti knowledge cut-off dan halusinasi. Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan informasi real-time dan mendeteksi potensi misinformasi, memanfaatkan workflow n8n untuk mengintegrasikan berbagai tools AI dan sumber data. Workflow utama melibatkan pemrosesan input pengguna melalui Webhook, analisis gambar menggunakan OpenAI, pencarian informasi web melalui Firecrawl, dan sintesis respons yang relevan dan terverifikasi oleh LLM (Gemini, Grok, dan model lainnya). Data di-chunk dan disimpan di Qdrant untuk pengambilan informasi yang efisien. Pengembangan ini bertujuan untuk memberdayakan pengguna dalam membedakan informasi faktual dari misinformasi, yang relevan mengingat kerentanan masyarakat Indonesia terhadap disinformasi akibat literasi rendah dan pengaruh emosional. Hasil yang diharapkan adalah alat bantu deteksi berita potensial, yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghadapi tantangan penyebaran informasi cepat oleh AI. Aplikasi ini menyoroti bagaimana n8n dapat digunakan untuk membangun sistem AI kompleks yang memproses dan memverifikasi informasi secara efisien.