ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis financial literacy dan penggunaan fintech terhadap financial well-being, dengan financial behavior sebagai variabel mediasi pada kelopmpok usia emerging adulthood di Indonesia. Emerging adulthood adalah kelompok usia 18-29 tahun, merupakan tahap kritis dalam kehidupan individu ketika kemandirian seseorang mulai berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel.
Data dikumpulkan melalui kuisioner daring yang diisi oleh 444 Responden yang memenuhi kriteria kelompok usia emerging adulthood. Hasil penelitian menunjukan bahwa financial literacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial well-being dan jika dimediasi melalui financial behavior, financial literacy memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan. Penggunaan Fintech juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan financial well-being, terutama melalui mediasi financial behavior.
Temuan ini menekankan pentingnya peran edukasi keuangan dan pengembang teknologi keuangan yang inklusif dalam mendukung generasi muda untuk mencapai financial well-being. Studi ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah, lembaga keuangan dan penyedia layanan fintech untuk meningkatkan Financial Literacy , membangun kesadaran penggunaan fintech yang bijak, serta mempromosikan perilaku keuangan positif dikalangan generasi emerging adulthood di Indonesia.
Kata Kunci : Financial Literacy , Fintech, Financial Well Being, Financial Behavior, Emerging Adulthood, PLS-SEM