Cyberbullying dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang dewasa dan anak-anak, dengan tujuan utama merendahkan atau menyerang individu tertentu. Platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter) sering kali menjadi media utama untuk cyberbullying, di mana interaksi sering kali meningkat menjadi serangan timbal balik, intimidasi, dan penghinaan. Dalam mendeteksi tindakan-tindakan ini, tweet pendek sering kali sulit dipahami tanpa konteks, sehingga pendekatan khusus seperti word embedding menjadi penting. Penelitian ini menggunakan feature expansion GloVe, memanfaatkan korpus yang dihasilkan dari dataset IndoNews yang berisi 127.580 untuk meningkatkan pemahaman kosakata dalam tweet yang mencakup penggunaan bahasa Indonesia dalam bentuk formal dan informal. Data ini kemudian diklasifikasikan menggunakan metode Hybrid Deep Learning, yang menggabungkan Convolutional Neural Network (CNN) dan Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM), dengan menggunakan