Pelayanan transportasi vertikal, khususnya lift, merupakan komponen penting dalam pengelolaan gedung-gedung modern seperti Gedung TULT di Telkom University. 5 dari 10 lift pada gedung ini sering mengalami ketidaksetaraan waktu tunggu antar-lift, khususnya selama periode sibuk seperti pergantian kelas dan jam makan siang. Ketidaksetaraan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan inefisiensi dalam penggunaan fasilitas lift. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan lift di Gedung TULT dengan menggunakan algoritma genetika untuk meminimalkan waktu tunggu pengguna lift, serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penggunaan fasilitas tersebut.
Dalam penelitian ini, model penjadwalan lift dioptimalkan dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti jumlah lift, jumlah lantai, dan pola penggunaan selama periode puncak. Data asli mengenai waktu tempuh lift dan jumlah lantai yang dilayani dikumpulkan untuk membangun model simulasi. Algoritma genetika diterapkan untuk mencari solusi optimal yang dapat mengurangi waktu tunggu rata-rata dan distribusi beban antar-lift.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan algoritma genetika dapat secara signifikan mengurangi average waiting time lift di Gedung TULT. Data simulasi memperlihatkan penurunan average waiting time dari 149 detik pada penjadwalan awal menjadi 135 detik pada penjadwalan yang dioptimalkan Perbaikan ini dicapai melalui penyesuaian jadwal dan pembagian beban lift yang lebih merata, yang pada gilirannya mengurangi ketidaknyamanan pengguna dan meningkatkan efisiensi operasional lift. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penerapan teknik optimasi dalam pengelolaan fasilitas transportasi vertikal untuk meningkatkan pengalaman pengguna di gedung-gedung dengan intensitas tinggi.
Kata kunci — Algoritma Genetika, Lift, Waiting Time, Lantai, Penjadwalan