Analisis Faktor-Faktor Penentu Financial Distress dengan Metode Principal Component Analysis (Studi pada Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017)

DYLLA CENDANA AYU

Informasi Dasar

19.04.4405
657
Karya Ilmiah - Skripsi (S1) - Reference

Telekomunikasi sebagai alat pertukaran informasi yang semakin cepat antar Kota ataupun Negara. Berkembangnya teknologi internet menjadikan produk antar perusahaan telekomunikasi harus mampu bersaing dengan produk perusahaan lain. Produk yang tidak siap terhadap perubahan yang ada akan kalah saing dengan produk perusahaan lain yang lebih bagus. Kondisi ini akan memberikan dampak negatif bagi perusahaan dengan menurunnya keuntungan yang didapat akan memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Kepercayaan investor mulai menurun dan banyak masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Kondisi perusahaan dalam masalah kesulitan keuangan dapat disebut financial distress. Financial distress dapat diukur dengan berbagai macam model prediksi kebangkrutan seperti model Altman Z-score, Springate Score, Zmijewski, Zavgren, Ohlson dan lain sebagainya. Pada penelitian ini penulis ingin mengambil rasio-rasio keuangan yang ada dalam model Altman Z-score, Springate Score, Zmijewski, Zavgren dan Ohlson. Peneliti mempunyai 22 rasio keuangan dan akan di sederhanakan menggunakan principal component analysis (PCA) untuk mengetahui model yang mana yang paling berpengaruh dalam memprediksi kebangkrutan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan telekomunikasi yang terdaftar pada BEI. Teknik pemilihan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan diperoleh 5 perusahaan telekomunikasi dengan periode penelitian pada tahun 2013-2017. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah principal component analysis data panel dengan menggunakan software SPSS. Penelitian ini menggunakan metode principal component analysis untuk menentukan factor yang paling kuat dalam financial distress. Prosedur yang digunakan untuk menentukan banyaknya faktor dilihat berdasarkan eigenvalues. Dalam pendekatan ini, hanya faktor dengan eigenvalues lebih besar dari satu yang dipertahankan. Hasil akhir penelitian ini terdapat dua komponen yang terbentuk untuk seluruh perusahaan. Jika 15 indikator variabel yang diuji dijadikan satu faktor, maka faktor tersebut dapat menjelaskan varian indikator sebesar 81,841%. Jika 15 indikator variabel yang diuji dijadikan dua faktor, maka faktor tersebut dapat menjelaskan varian indikator sebesar 90,315%.

Kata kunci: Rasio Keuangan, Financial Distress, Principal Component Analysis.

Subjek

ACCOUNTING AND FINANCE
 

Katalog

Analisis Faktor-Faktor Penentu Financial Distress dengan Metode Principal Component Analysis (Studi pada Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017)
 
 
Indonesia

Sirkulasi

Rp. 0
Rp. 0
Tidak

Pengarang

DYLLA CENDANA AYU
Perorangan
BRADY RIKUMAHU
 

Penerbit

Universitas Telkom, S1 Akuntansi
Bandung
2019

Koleksi

Kompetensi

  • SA833046 - SKRIPSI

Flipbook

anda harus log in untuk mengakses flippingbook

Lainnya

 

Ulasan

Belum ada ulasan yang diberikan
anda harus sign-in untuk memberikan ulasan ke katalog ini