ABSTRAK
Unsur SARA adalah hal yang sensitif, khususnya di Indonesia. Seperti yang sekarang ini sedang menghebohkan masyarakat tentang dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Ahok diduga melakukan penistaan agama saat berpidato di Kepulauan Seribu. Dugaan penistaan agama tersebut tidak terlepas dari pemberitaan media online. Media online yang turut memberitakan di antaranya adalah Detik.com dan Republika.co.id. Menurut pandangan konstruksionis, berita yang ditulis di sini adalah berita yang dikonstruksi dan dibingkai oleh wartawan termasuk kepentingan dan ideologi media pemberi berita. Berdasarkan dari fenomena tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembingkaian berita yang dilakukan media online Detik.com dan Republika.co.id terhadap kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Ahok.
Penulis menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki dengan memerhatikan struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik, dan struktur retoris. Objek penelitian ini adalah teks berita mengenai pemberitaan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok pada portal berita media online Detik.com dan Republika.co.id. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bagaimana perbedaan framing yang dibentuk oleh Detik.com dan Republika.co.id terkait pemberitaan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.
Kata Kunci: Framing, Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Penistaan Agama
ABSTRACT
The element of ethnicity, religion, race and inter-group relations (SARA) is a sensitive matter, particularly in Indonesia. As what happening and becoming a horrendous in society is a religion defamation allegation acted by Jakarta Governor, Basuki Tjahaya Purnama, or so-called Ahok. Ahok is alleged to act a religion defamation when delivering a speech in Kepulauan Seribu. The said allegation is not separated from reports on online media. The online media taking part in reporting that are Detik.com and Republika.co.id. Based on constructionist perspective, news written on it are constructed and framed by their reporters, and includes of interest and ideology of the media. According to the phenomenon above, the problem identification of this research is how news framing conducted by Detik.com and Republika.co.id on the religion defamation allegation that befalls Ahok.
The used analysis method was Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki’s framing with observing syntax, script, thematic and rhetorical structures. The object of this study was news texts regarding religion defamation allegation by Ahok on Detik.com and Republika.co.id news portals. Result of this research shows how the different framing formed by Detik.com and Republika.co.id relating to the said case.
Key terms: Framing, Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Religion defamation