PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor industri otomotif dimana PT. XYZ memproduksi auto part untuk kendaraan roda empat atau lebih. Seiring dengan perkembangan industri otomotif, maka permintaan akan kendaraan hingga part penunjang kendaraan juga meningkat. Untuk dapat tetap bersaing dengan industri yang serupa dan tetap dapat memenuhi permintaan konsumen, maka ketersediaan produk harus diperhatikan sedemikian rupa oleh perusahaan yang bersangkutan. Sejauh ini PT. XYZ memiliki permasalahan berupa tidak tercapainya target pemenuhan permintaan yang berujung pada backorder, dimana produk yang backorder akan mendapatkan potongan harga.
Berdasarkan kasus tersebut, penyeimbangan persediaan tentunya perlu dilakukan untuk meminimasi kemungkinan tidak tersedianya persediaan yang berujung pada menurunnya service level dan meningkatnya biaya akibat diskon backorder. Pada penelitian ini akan ditentukan kebijakan persediaan optimum menggunakan metode Continuous review (s,S) untuk produk dengan pola distribusi permintaan normal. Variabel tujuan yang akan ditentukan pada penelitian ini adalah jumlah pemesanan optimum, batas persediaan maksimum, dan reorder point.
Hasil perhitungan usulan kebijakan persediaan optimum menggunakan metode continuous review (s,S) mampu meningkatkan rata-rata service level dari 89.7% menjadi 99.9% dan mengurangi total biaya persediaan 53% dari keadaan aktual dimana menurunnya biaya persediaan disebabkan oleh menurunnya biaya kekurangan.