Tanaman bakau (Rhizophora spp.) merupakan salah satu spesies yang tumbuh di hutan bakau Ayah. Tanaman bakau menghasilkan propagul atau buah bakau yang telah berkecambah yang digunakan pada proses pembibitan tanaman bakau. Pada proses pembibitan, tanaman bakau akan menghasilkan 10% - 20% propagul kering atau mati, dan jumlahnya akan bertambah menjadi 30% jika curah hujan terlalu tinggi. Propagul yang telah dipetik tidak ditanam dalam waktu yang lama juga akan mengering. Propagul kering memiliki kandungan pigmen yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pewarna alam untuk tekstil yaitu pigmen tannin. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan eksperimentatif, dimana proses pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi, dan wawancara. Pada proses eksplorasi, larutan pewarna diperoleh dengan mengekstraksi 2 kg propagul kering pada 10 liter air selama 6 jam. Hasil pewarnaan tanpa penambahan zat lain akan menghasilkan warna bernuansa kecoklatan pada kain dengan waktu pencelupan selama 5 menit dan suhu larutan 27?, dimana semakin lama proses pencelupan yang dilakukan maka warna yang dihasilkan semakin tua dan pekat. Penambahan mordan pada proses pencelupan menghasilkan warna yang lebih beragam. Mordan yang digunakan pada penelitian ini antara lain asam (cuka), basa (kapur sirih), garam, dan logam (tawas, tunjung). Hasil warna yang dihasilkan pada proses pencelupan bergantung pada mordan, waktu, suhu, dan jumlah pencelupan. Pengolahan kain menggunakan teknik celup rintang akan menghasilkan corak dan motif yang lebih variatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa propagul kering dapat digunakan sebagai alternatif bahan pewarna alam yang dapat diaplikasikan pada kain dengan berbagai macam ukuran untuk digunakan sebagai kain panjang, scarf, dan bandana.
Kata Kunci: Celup Rintang, Pewarna Alam, Propagul Tanaman Bakau (Rhizophora spp.)