Tinggal di luar negeri tidak selamanya serasa surga. Sakit adalah salah satu kondisi yang sangat dihindari. Sakit apa pun pasti akan bertambah dengan sakit kepala. Mega Sanusi, misalnya, lemas saat mengetahui harus membayar selisih biaya pemeriksaan gigi 181 dolar Australia. Bagi sebagian orang, angka itu kecil, tak sampai dua juta rupiah. Bagi dia yang saat itu suaminya belum mendapatkan family allowance dari beasiswanya, angka itu membuat pening. Kiki Plano punya pengalaman yang jauh lebih tragis. Tak pernah terbayangkan ia dan suaminya akan menjalani hari-hari panjang berurusan dengan polisi, asuransi, dan pemilik rumah. Gara-garanya, rumah sewaan mereka terbakar! Kurang terkejut apa coba bila rumah yang sejam lalu masih baik-baik saja, eh ditemukan dalam keadaan terbakar usai menjemput anak? Tentu tidak semua pengalaman pahit. Banyak pula yang bahkan lebih manis dari gula. Dwi Hanani, ikut senam di kompleks saja tidak pernah, langsung naik kelas. Dia ikut yoga! Badan sehat, tambah teman pula. Endah Pratya Galih juga tak kalah gembiranya. Dia melihat anaknya mulai bekerja saat SMA. Masih teringat jelas kegembiraan putranya saat mendapat dolar pertama dari keringatnya sendiri.