Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya luapan kemarahan berupa kata-kata
kasar dari para pemain game Mobile Legends yang disebabkan oleh kekalahan yang
dialami oleh pemain game Mobile Legends atau adanya teman setim yang bermain
kurang baik. Teori yang digunakan yaitu komunikasi interpersonal, model
komunikasi DeVito, perilaku komunikasi, teori Computer-Mediated
Communication, dan Media Richness Theory. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan
hasil wawancara, terdapat 3 bentuk perilaku antarpribadi gamers yaitu komunikasi
verbal tertulis, komunikasi verbal lisan, dan komunikasi non verbal (semi verbal).
Fungsi interaksi virtual yang terbangun sangat beragam yaitu fungsi koordinasi dan
efektivitas tim, fungsi relasional, fungsi identitas dan status fungsi manajemen
konflik, dan fungsi emosional. Media yang dominan digunakan sesuai keperluan
yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, media digunakan sebagai koordinasi dan
relasi sosial. Kesimpulannya adalah perilaku komunikasi antarpribadi karyawan
gamers di Lemonilo dalam aktivitas bermain Mobile Legends terbentuk melalui dua
orientasi utama: orientasi tugas (koordinasi tim) dan orientasi relasi (pemeliharaan
hubungan sosial). Sementara itu, dalam kaitannya dengan pemilihan media untuk
komunikasi, semuanya bergantung terhadap kebutuhan situasi. Media yang
dominan untuk berkoordinasi adalah voice (mic / Discord) sedangkan untuk relasi
Sosial dan pra-koordinasi yaitu menggunakan Whatsapp Group / japri dan kadang
dilanjutkan interaksi secara offline di kantor.