Tingginya angka stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan strategi komunikasi dan kampanye yang efektif, salah satunya melalui Program GOBEST yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di wilayah Cibungbulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kampanye Program GOBEST dalam menangani stunting serta mengkaji penyebab perubahan perilaku masyarakat pasca pelaksanaan program yang belum berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye GOBEST belum berjalan optimal karena penyampaian pesan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, lemahnya evaluasi program, serta ketidakkonsistenan kebijakan akibat pergantian kepemimpinan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun kampanye GOBEST berbasis komunitas mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap stunting, perubahan perilaku pasca kampanye belum berkelanjutan akibat rendahnya literasi gizi, faktor budaya, keterbatasan ekonomi, serta belum konsistennya intensitas kampanye dan kesinambungan kebijakan di tingkat lokal.
Kata Kunci: GOBEST, Kampanye, Strategi Komunikasi, Stunting