Transformasi komunikasi digital menjadikan audiens tidak lagi sekadar penerima pesan, melainkan aktor aktif dalam produksi dan distribusi informasi. Dalam konteks ini, konten organik berbasis user-generated content (UGC) menjadi semakin mendesak untuk dikaji karena dipersepsikan lebih autentik, kredibel, dan mampu membangun keterlibatan emosional yang lebih kuat dibandingkan konten promosi berbayar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi konten yang diterapkan oleh Sanggar Senam VINISA dalam menciptakan konten organik di media sosial, serta mengkaji peran pengelola akun dalam mendorong pemahaman, partisipasi, dan inisiatif anggota komunitas dalam memproduksi serta menyebarkan konten secara sukarela. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive meliputi pengelola akun dan anggota komunitas. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan untuk memperoleh pemahaman empiris yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konten Sanggar Senam VINISA berfokus pada pemanfaatan aktivitas nyata komunitas sebagai sumber pesan utama, penggunaan bahasa yang sederhana dan kontekstual, konsistensi narasi, serta visual yang menekankan keaslian pengalaman anggota. Pengelola akun berperan sebagai fasilitator partisipasi melalui komunikasi dua arah, apresiasi terhadap kontribusi anggota, dan penciptaan ruang digital yang inklusif. Strategi ini membangun rasa memiliki dan kepercayaan, sehingga mendorong keberlanjutan produksi UGC. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan konten organik ditentukan oleh strategi komunikasi yang membangun makna, relasi sosial, dan keterlibatan emosional dalam komunitas.
Kata kunci: komunikasi digital, komunitas olahraga, konten organic, strategi konten, user-generated content.