Perkembangan kebijakan keberlanjutan global mendorong industri manufaktur menerapkan operasi berkelanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan limbah, dan peningkatan produktivitas, sehingga pengembangan Sustainable Operation Performance (SOP) menjadi krusial. PT X sebagai perusahaan manufaktur busa polimer, menghadapi defect rate dengan rata-rata 2,27% per tahun, melebihi target perusahaan 1,1%, diikuti dengan konsumsi energi listrik yang melampaui target dengan rata-rata over konsumsi 3,7% per tahun, serta peningkatan timbulan limbah rata-rata 5,7 ton per tahun, sehingga pengembangan SOP menjadi kebutuhan strategis.
Beberapa penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa komitmen organisasi dan praktik operasi hijau sering dikaitkan dengan faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kinerja operasional dan kinerja berkelanjutan, namun penelitian-penelitian yang telah ada masih terbatas dalam menjelaskan mekanisme hubungan kedua variabel tersebut secara bersamaan serta implikasinya terhadap perumusan strategi operasional berkelanjutan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Commitment (COM) dan Green Operation Practices (GOP) dalam pengembangan SOP, serta merumuskan strategi peningkatan kinerja operasional berkelanjutan berbasis dinamika sistem di PT X. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan mengintegrasikan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan Sistem Dinamik. PLS-SEM diterapkan untuk menguji hubungan kausal antarvariabel berdasarkan data kuesioner dari 121 responden, sedangkan Sistem Dinamik digunakan untuk memodelkan interaksi jangka panjang antara defect rate, konsumsi energi listrik, dan timbulan limbah melalui simulasi berbagai skenario strategi kebijakan.
Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa COM tidak berpengaruh langsung terhadap SOP, tetapi berpengaruh signifikan melalui GOP sebagai mekanisme penghubung utama, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,360 yang mencerminkan sifat multidimensional SOP. Simulasi Sistem Dinamik menunjukkan bahwa strategi yang menekan defect sebagai akar masalah sistem menghasilkan perbaikan kinerja yang paling stabil dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan efektivitas dan kelayakan implementasi, maka Skenario 6 direkomendasikan sebagai strategi optimal. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan SOP memerlukan komitmen organisasi yang teraktualisasi secara operasional melalui praktik GOP yang konsisten dan terintegrasi dalam sistem manufaktur.
Kata kunci: Sustainable Operation Performance, Commitment, Green Operation Practices, PLS-SEM, Sistem Dinamik