Perkembangan transformasi digital mendorong peningkatan investasi Teknologi Informasi (TI) dalam industri perbankan. Namun, kontribusi TI terhadap kinerja perusahaan tidak selalu dapat dijelaskan secara langsung karena bersifat tidak berwujud, tertunda, dan bergantung pada proses penyesuaian organisasi. Penelitian nilai TI pada sektor perbankan masih didominasi oleh pendekatan statis yang berfokus pada hubungan langsung antara belanja TI dan kinerja keuangan, sehingga belum sepenuhnya mampu menangkap dinamika penyesuaian struktural yang menyertai pemanfaatan TI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai investasi TI dalam perbankan menggunakan pendekatan Partial Adjustment Valuation (PAV) dengan menekankan dynamic speed of adjustment sebagai indikator kemampuan adaptasi kinerja. Penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan data sekunder tiga bank milik negara di Indonesia, yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Mandiri, selama periode 2010–2023. Analisis dilakukan melalui pemodelan nonlinier dengan membandingkan model kinerja dua faktor (tanpa TI) dan tiga faktor (dengan TI), serta pengujian berbagai skenario kondisi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktur kinerja dan kecepatan penyesuaian antar bank, yang mengindikasikan bahwa kontribusi TI terhadap kinerja perbankan tidak bersifat langsung dan linear, melainkan terealisasi secara bertahap melalui mekanisme penyesuaian organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya keselarasan antara TI, sumber daya manusia, dan struktur organisasi dalam pengelolaan investasi TI perbankan.