PEMILIHAN VENDOR MAKANAN KONSENTRAT (MAKO) DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) UNTUK MEMINIMALISIR KETERLAMBATAN (STUDI KASUS PT.XYZ) - Dalam bentuk buku karya ilmiah

ENDRIANA PRATAMA

Informasi Dasar

88 kali
26.04.1265
000
Karya Ilmiah - Skripsi (S1) - Reference

Keterlambatan pengiriman bahan baku Makanan Konsentrat (MAKO) di PT. XYZ merupakan permasalahan operasional yang terjadi secara berulang dan berdampak signifikan terhadap kelancaran proses produksi perusahaan. Dampak tersebut meliputi terganggunya jadwal produksi, meningkatnya risiko ketidakterpenuhan permintaan pelanggan, serta potensi penurunan kredibilitas perusahaan. Berdasarkan analisis awal menggunakan Rich Pictures Diagram, permasalahan utama teridentifikasi berasal dari proses pemilihan vendor yang belum terstruktur dan belum berbasis evaluasi kinerja yang objektif. Beberapa vendor mengalami kendala pasokan akibat kegagalan panen sehingga harus mengimpor bahan baku dari luar negeri, sementara sebagian vendor lainnya lebih memprioritaskan kegiatan ekspor dibandingkan pemenuhan kebutuhan perusahaan. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya perjanjian terkait konsekuensi keterlambatan pada 58,82% dari total 17 vendor yang bekerja sama dengan perusahaan. Akibatnya, keterlambatan pengiriman terjadi secara berulang hingga tiga kali dan melibatkan vendor yang sama, yang menunjukkan bahwa sistem evaluasi vendor belum berjalan secara efektif. Penelitian ini secara strategis difokuskan pada MAKO Premium, karena berdasarkan data historis perusahaan, produk ini menunjukkan pola keterlambatan pengiriman yang paling konsisten dan paling krusial terhadap keberlangsungan operasional. Keterlambatan tersebut melibatkan Vendor 17 (MAKO Premium), Vendor 6 (MAKO Raskin dan Premium), Vendor 10 (MAKO Premium), Vendor 12 (MAKO Raskin dan Premium), serta Vendor 15 (MAKO Raskin dan Premium). Tingginya intensitas keterlambatan pada kelompok vendor tersebut menjadikan MAKO Premium sebagai bahan baku dengan tingkat risiko paling tinggi, sehingga diperlukan pendekatan pemilihan vendor yang lebih sistematis dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria dan subkriteria pemilihan vendor menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), serta menyusun peringkat vendor menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) guna meminimalisir risiko keterlambatan pengiriman MAKO Premium. Kombinasi metode AHP dan TOPSIS dipilih karena mampu mendukung pengambilan keputusan multikriteria secara objektif, menghasilkan bobot prioritas yang jelas, serta memberikan hasil pemeringkatan alternatif vendor yang mudah dipahami oleh manajemen. Objek penelitian adalah PT. XYZ dengan melibatkan 17 vendor MAKO, dengan fokus analisis pada kinerja vendor terkait pasokan MAKO Premium. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait dan penyebaran kuesioner kepada responden yang memahami karakteristik kinerja vendor. Data sekunder meliputi data daftar vendor, data historis keterlambatan pengiriman, serta dokumen internal perusahaan. Data tersebut diolah menggunakan metode AHP untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria, kemudian dilanjutkan dengan metode TOPSIS untuk menghasilkan pemeringkatan vendor berdasarkan tingkat kedekatan terhadap solusi ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria utama dalam pemilihan vendor MAKO Premium terdiri atas harga, kualitas, pengiriman, dan layanan. Keempat kriteria tersebut dinilai mampu merepresentasikan kinerja vendor secara komprehensif. Berdasarkan hasil pemeringkatan menggunakan metode AHP–TOPSIS, diketahui bahwa lima vendor dengan peringkat terendah (peringkat 13–17) termasuk dalam kategori vendor berkinerja buruk. Temuan ini konsisten dengan data historis perusahaan yang menunjukkan bahwa vendor tersebut memiliki frekuensi keterlambatan pengiriman yang tinggi, khususnya pada MAKO Premium, sehingga tidak direkomendasikan untuk dipertahankan sebagai pemasok utama. Sementara itu, vendor yang direkomendasikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan MAKO Premium adalah Vendor 4 (CGF), Vendor 11 (Soy Bean Meal/SBM), Vendor 13 (Pollard), Vendor 9 (Mineral), dan Vendor 3 (Kemasan Karung), karena memiliki kinerja terbaik berdasarkan hasil analisis. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi PT. XYZ dalam membangun sistem pemilihan vendor yang lebih objektif, terstruktur, dan berbasis data, khususnya untuk menjamin keberlanjutan pasokan MAKO Premium sebagai bahan baku strategis.
Kata kunci — Seleksi Pemasok, Industri Pakan Ternak, Rantai Pasok, Analytical Hierarchy Process (AHP), TOPSIS, Keterlambatan Pasokan.
 

Subjek

INVENTORY MANAGEMENT
 

Katalog

PEMILIHAN VENDOR MAKANAN KONSENTRAT (MAKO) DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) UNTUK MEMINIMALISIR KETERLAMBATAN (STUDI KASUS PT.XYZ) - Dalam bentuk buku karya ilmiah
 
 
 

Sirkulasi

Rp. 0
Rp. 0
Tidak

Pengarang

ENDRIANA PRATAMA
Perorangan
Femi Yulianti, Nia Novitasari
 

Penerbit

Universitas Telkom, S1 Teknik Logistik
Bandung
2026

Koleksi

Kompetensi

  • BZK4BAA4 - TUGAS AKHIR

Download / Flippingbook

 

Ulasan

Belum ada ulasan yang diberikan
anda harus sign-in untuk memberikan ulasan ke katalog ini