PERANCANGAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN MULTI-ITEM UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN PADA PT ABC MENGGUNAKAN METODE PERIODIC JOINT REPLENISHMENT - Dalam bentuk buku karya ilmiah

FITROAH RAHMADANI PUTRI

Informasi Dasar

122 kali
26.04.1262
000
Karya Ilmiah - Skripsi (S1) - Reference

Pengelolaan persediaan merupakan salah satu aspek krusial dalam sistem logistik perusahaan karena berpengaruh langsung terhadap tingkat pelayanan pelanggan dan total biaya operasional. PT ABC sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ritel, kategori Food 3 menghadapi permasalahan utama berupa tingginya biaya persediaan, khususnya biaya kekurangan (shortage cost), akibat kebijakan persediaan yang belum terstruktur dan belum terintegrasi antar item. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa perusahaan belum menerapkan kebijakan safety stock yang memadai serta masih melakukan pemesanan secara terpisah untuk setiap item, sehingga frekuensi pemesanan tinggi dan risiko ketidakmampuan memenuhi permintaan pelanggan semakin besar. Permintaan yang bersifat fluktuatif serta keterbatasan sistem pengendalian persediaan menyebabkan tingkat service level perusahaan berada di bawah target yang diharapkan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang kebijakan persediaan multi-item yang optimal guna meminimasi total biaya persediaan pada PT ABC dengan menggunakan metode Periodic Joint Replenishment (PJR). Metode ini dipilih karena mampu mengoordinasikan pemesanan beberapa item secara simultan dalam satu interval waktu tertentu, sehingga diharapkan dapat menekan biaya pemesanan dan mengurangi risiko kekurangan persediaan. Selain itu, metode PJR dikombinasikan dengan pendekatan periodic review dan penentuan safety stock berbasis tingkat pelayanan (service level) untuk mengakomodasi ketidakpastian permintaan.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari PT ABC selama periode Januari hingga Desember 2024. Data yang digunakan meliputi data permintaan, data persediaan, biaya pembelian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, biaya kekurangan, serta lead time. Penelitian dibatasi pada Supplier 1 kategori Food 3 dan tidak mempertimbangkan kapasitas gudang. Beberapa asumsi yang digunakan antara lain lead time dianggap konstan, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan diasumsikan tetap, serta harga barang tidak mengalami perubahan selama periode penelitian.
Tahapan penelitian dimulai dari identifikasi permasalahan dan pengumpulan data, dilanjutkan dengan penerapan metode Periodic Joint Replenishment untuk menentukan interval pemesanan gabungan, ukuran lot pemesanan, tingkat persediaan maksimum, ekspektasi kekurangan persediaan dan safety stock untuk setiap item. Selanjutnya dilakukan perhitungan seluruh komponen biaya persediaan yang terdiri atas biaya pembelian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya kekurangan, baik pada kondisi eksisting maupun kondisi usulan. Analisis dilakukan dengan membandingkan kinerja sistem persediaan sebelum dan sesudah penerapan kebijakan usulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Periodic Joint Replenishment mampu memberikan perbaikan signifikan terhadap kinerja sistem persediaan PT ABC. Pada kondisi eksisting, total biaya persediaan tercatat sebesar Rp28.310.741.732 per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari biaya kekurangan sebesar Rp5.701.834.110. Setelah diterapkan kebijakan persediaan usulan, total biaya persediaan menurun menjadi Rp27.054.389.384 per tahun atau mengalami penurunan sebesar Rp1.256.352.348 (4,44%). Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan biaya pemesanan dan penurunan biaya kekurangan yang sangat signifikan, dari Rp5.701.834.110 menjadi Rp16.622.714 per tahun.
Meskipun biaya penyimpanan mengalami peningkatan dari Rp59.768.723 menjadi Rp108.794.402 akibat meningkatnya rata-rata persediaan dan penerapan safety stock, peningkatan tersebut masih dapat dikompensasi oleh penghematan pada biaya pemesanan dan biaya kekurangan. Selain itu, tingkat pemenuhan permintaan pada sebagian besar SKU mencapai 96–98%, yang menunjukkan bahwa kebijakan persediaan usulan mampu meningkatkan ketersediaan produk dan mengurangi risiko stockout secara signifikan.
Analisis sensitivitas terhadap perubahan permintaan menunjukkan bahwa total biaya persediaan cukup sensitif terhadap fluktuasi permintaan, namun kebijakan persediaan usulan tetap menunjukkan kinerja yang lebih stabil dibandingkan kondisi eksisting. Hal ini mengindikasikan bahwa metode Periodic Joint Replenishment memiliki tingkat robustitas yang baik dalam menghadapi ketidakpastian permintaan.
Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode Periodic Joint Replenishment pada sistem persediaan multi-item mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperbaiki tingkat pelayanan. Kebijakan persediaan yang terintegrasi dan terkoordinasi antar item menjadi faktor kunci dalam menekan total biaya persediaan dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
 
Kata kunci:  Pengelolaan persediaan, Persediaan multi-item, Periodic Joint Replenishment, Safety stock, Total biaya persediaan, Service levelShortage cost, Sistem persediaan ritel.

 

Subjek

INVENTORY CONTROL
 

Katalog

PERANCANGAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN MULTI-ITEM UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN PADA PT ABC MENGGUNAKAN METODE PERIODIC JOINT REPLENISHMENT - Dalam bentuk buku karya ilmiah
 
 
 

Sirkulasi

Rp. 0
Rp. 0
Tidak

Pengarang

FITROAH RAHMADANI PUTRI
Perorangan
Seto Sumargo, Yodi Nurdiansyah
 

Penerbit

Universitas Telkom, S1 Teknik Logistik
Bandung
2026

Koleksi

Kompetensi

  • BZK4BAA4 - TUGAS AKHIR

Download / Flippingbook

 

Ulasan

Belum ada ulasan yang diberikan
anda harus sign-in untuk memberikan ulasan ke katalog ini