Pameran temporer menjadi salah satu strategi yang dilakukan Museum Pos Indonesia untuk memperkenalkan sejarah perposan nasional kepada masyarakat yang lebih luas, terutama melalui penyajian koleksi filateli yang memiliki nilai historis dan kultural. Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola museum serta kolektor filateli, ditemukan bahwa media display yang digunakan dalam pameran temporer masih didominasi oleh media konvensional yang berukuran besar, berat, dan tidak dirancang untuk mobilitas. Kondisi tersebut menyulitkan proses pemindahan dan bongkar pasang, meningkatkan risiko kerusakan pada koleksi filateli yang bersifat rapuh, serta membatasi fleksibilitas penataan ruang pamer yang umumnya berukuran terbatas dan berpindah lokasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang kabinet display modular portabel yang secara spesifik ditujukan untuk mendukung kebutuhan mobilitas pameran temporer yang diikuti oleh Museum Pos Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pragmatik, karena perancangan difokuskan pada pencarian solusi desain yang paling relevan dan dapat diterapkan secara nyata di lapangan, dengan mempertimbangkan konteks penggunaan, keterbatasan ruang, serta kebutuhan pengguna. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengintegrasikan data empiris dan pertimbangan praktis sebagai dasar pengambilan keputusan desain. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka yang berkaitan dengan desain display serta konservasi koleksi filateli. Hasil penelitian ini berupa rancangan desain kabinet display modular portabel yang dirancang untuk memudahkan proses pemindahan, mempercepat instalasi dan pembongkaran, menjaga keamanan koleksi filateli, serta adaptif terhadap keterbatasan ruang pamer temporer. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi aplikatif dalam mendukung kelancaran mobilitas pameran temporer sekaligus meningkatkan kualitas penyajian koleksi filateli Museum Pos Indonesia.