Situs web Museum Pos Indonesia saat ini hanya berfungsi sebagai media informasi statis, narasi yang cukup singkat, dan tidak memiliki banyak fitur interaktif atau gamifikasi sederhana. Penyajian digital yang kurang maksimal ini berisiko menghilangkan nilai dan esensi sejarah dari artefaknya. Hal tersebut menyababkan pengguna menjadi pasif dan kehilangan makna warisan budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pengalaman digital pengguna dalam eksplorasi artefak prangko seri Alat Musik Tradisional Nusantara yang memiliki kekayaan visual dan narasi yang menarik. Studi ini dilakukan melalui tiga tahapan menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD). Tahap pertama, Inspiration (Customer Journey Map) dan kebutuhan layanan; tahap kedua adalah Ideation untuk menerapkan remediasi digital melalui pengarsipan data dan interpretasi desain; dan tahap ketiga adalah implementation, yang mencakup perancangan prototipe berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, solusi desain menggabungkan narasi sejarah interaktif (storytelling), fitur audio multisensorik, dan elemen gamifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat prototipe platform digital yang tidak hanya akan melestarikan artefak tetapi "menghidupkan kembali" cerita budaya Nusantata, membuat pengguna menjadi partisipan aktif dalam eksplorasi sejarah dan memberikan model metodologis untuk menyajikan warisan budaya digital yang otentik dan menarik.
Kata Kunci: Remediasi Digital, Human Centered Design (HCD), Prangko Alat Musik Tradisional Nusantara, UI/UX Website, Pengalaman Pengguna.