Perkembangan pesat aset kripto di Indonesia telah mendorong meningkatnya partisipasi investor ritel, namun keputusan investasi mereka sering kali dipengaruhi oleh faktor perilaku dan rendahnya disiplin pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Overconfidence, Literasi Keuangan, Minat Investasi, dan Mental Budgeting terhadap Keputusan Investasi Kripto, serta menguji peran mediasi Minat Investasi dan Mental Budgeting secara bertingkat (serial mediation). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 350 investor kripto di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Overconfidence dan Literasi Keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Investasi. Minat Investasi juga terbukti berpengaruh kuat terhadap Mental Budgeting, menegaskan bahwa ketertarikan yang tinggi terhadap kripto mendorong investor membentuk alokasi anggaran mental khusus untuk aktivitas investasi. Selanjutnya, Overconfidence dan Literasi Keuangan berpengaruh langsung terhadap Keputusan Investasi, sementara Mental Budgeting juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan tersebut. Temuan mediasi menunjukkan bahwa Minat Investasi dan Mental Budgeting berperan sebagai mediator signifikan, baik secara parsial maupun serial, terutama jalur X? → M? → M? → Y dan X? → M? → M? → Y, yang merupakan kontribusi teoretis utama penelitian ini.
Penelitian ini memperluas literatur Behavioral Finance dengan membuktikan bahwa pada aset berisiko tinggi seperti kripto, pengaruh psikologis (overconfidence) dan motivasi (minat) bekerja bersama mekanisme disiplin internal (mental budgeting) dalam membentuk keputusan akhir investasi. Implikasi praktis bagi regulator seperti Bappebti dan penyelenggara crypto exchange adalah perlunya edukasi tidak hanya pada literasi keuangan teknis, tetapi juga pada penguatan Mental Budgeting sebagai mekanisme pengendalian diri agar investor lebih mampu mengelola risiko. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran mendalam mengenai dinamika perilaku investor kripto di Indonesia dan jalur psikologis yang mengarahkan mereka pada keputusan investasi.