Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa menghadapi peningkatan kebutuhan energi yang signifikan, sementara sebagian besar listrik masih berasal dari sumber konvensional yang berdampak negatif pada lingkungan. Energi surya merupakan alternatif yang menjanjikan, khususnya di daerah dengan radiasi matahari tinggi seperti Jawa Barat. Namun, suhu tinggi yang timbul pada panel surya menurunkan efisiensi konversi energi sehingga perlu solusi pengelolaan termal yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh sistem pendingin termoelektrik (TEC) yang dikendalikan melalui modul MOSFET dengan PWM pada kinerja panel surya. Pengujian dilakukan dengan dua panel identik yang menerima radiasi matahari sama (921,3 W/m²), satu menggunakan sistem pendingin aktif dan satu tanpa pendingin. Pengukuran data dilakukan secara real-time menggunakan jaringan IoT. Hasil menunjukkan panel dengan pendingin menghasilkan daya sebesar 117,216 W dengan efisiensi 6,1%, jauh melampaui panel tanpa pendingin yang menghasilkan hanya 6,34 W dengan efisiensi 0,31%. Arus keluaran panel dengan sistem pendingin (5,5 A) jauh lebih tinggi dibanding tanpa pendingin (0,3 A), menjadi faktor utama peningkatan daya output. Pengendalian suhu ini mengurangi penurunan performa akibat efek negatif temperatur tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi sistem sebesar 5,79%.