Sampah makanan di Surabaya mencapai 55,48% dari total sampah harian yang menunjukkan urgensi penanganan distribusi makanan berlebih. Meskipun telah ada upaya dari organisasi seperti Garda Pangan, sistem saat ini masih terkendala fleksibilitas relawan dan cakupan distribusi yang terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi mobile berbagi makanan untuk memberikan solusi distribusi yang lebih inklusif, fleksibel, dan efisien bagi masyarakat. Pengembangan aplikasi berbagi makanan akan menggunakan framework React Native dan Laravel dengan metode Agile dengan framework Kanban untuk manajemen proyek yang adaptif. Tahapan pengujian mencakup black-box Testing untuk memvalidasi fungsionalitas fitur selama pengembangan dan system usability scale (SUS) untuk mengukur tingkat kelayakan dan kegunaan sistem setelah aplikasi selesai dibangun dan tidak ada revisi atau tambahan. Hasil penelitian berupa aplikasi yang memfasilitasi transaksi berbagi makanan secara real-time antar pengguna. Berdasarkan pengujian black-box, seluruh fitur dinyatakan valid. Pengujian system usability scale (SUS) terhadap 16 responden menghasilkan skor dengan rata-rata 87,34 dengan klasifikasi A yang menunjukkan bahwa aplikasi layak digunakan dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna dengan catatan perlunya penyesuaian aksesibilitas agar kenyamanan pengguna yang lebih luas.