Tingginya akses internet yang didominasi oleh anak-anak belum diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang merata, terutama di daerah seperti Kabupaten Bandung. TBM Auliyaa sebagai salah satu pusat literasi anak mengalami tantangan dalam akses bahan bacaan, keterbatasan pengelolaan, serta belum adanya pemanfaatan teknologi digital. Sebagai solusi, dikembangkan aplikasi SukaMaca, sebuah platform literasi digital inklusif untuk anak-anak usia 6–15 tahun dan pengelola TBM. Aplikasi ini menyediakan fitur akses konten e-book, audiobook, video edukatif, dongeng berbasis virtual reality, wishlist, peminjaman buku fisik, leaderboard, serta sistem manajemen konten untuk pengelola. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Feature-Driven Development dengan Flutter sebagai frontend dan Laravel sebagai backend API. Perancangan aplikasi dilakukan melalui berbagai diagram perangkat lunak seperti BPMN, use case, activity, class, package, deployment dan ERD. Evaluasi sistem menggunakan black box testing dan usability testing. Hasil menunjukkan bahwa 92.40% fitur berfungsi dengan baik, dan usability testing menghasilkan skor di atas 4.21, menunjukkan penilaian yang sangat baik dari pengguna. SukaMaca diharapkan dapat menjadi solusi literasi digital yang inovatif dan mendukung pencapaian SDG 4 dan SDG 10, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan yang inklusif dan setara bagi anak-anak di wilayah pedesaan.