Waktu tidak akan pernah berjalan mundur. Sesungguhnya detik yang terus bergulir ini pastilah suatu saat akan berakhir betapapun panjang durasinya.
Maut adalah sang pemutus segala kelezatan duniawi. Dia adalah pemisah antara sahabat dan pengeruh kenyamanan hidup orang-orang yang lalai. Dia adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satu jiwapun mampu menghindarinya.
Tanpa disadari bahwasanya setiap tarikan nafas telah menuntun kita menuju pintu gerbang kematian. Suka ataupun tidak, rela maupun terpaksa, kita semua segera akan pamit meninggalkan panggung kehidupan ini.
Tulisan dalam buku ini banyak mengungkapkan tentang betapa fananya dunia dan kekalnya negeri akhirat. Menyadari akan kefanaan dunia dan keabadian akhirat ini merupakan sebuah pemahaman mendalam yang mengingatkan kita tentang keterbatasan hidup di dunia ini dan betapa pentingnya persiapan untuk kehidupan setelah mati.