The Small Disciplines That Your Future Self Will Thank You For

09 Jun 2026 mzakyrakhmat Dilihat 355 kali

Kita semua pernah mengalaminya. Tenggat tugas masih seminggu lagi, lalu kamu memutuskan untuk rebahan sebentar. Tapi “sebentar” itu berubah jadi berjam-jam. Kamu buka TikTok, Instagram, atau Youtube, scroll tanpa arah, nonton video pendek yang kurang penting. Lalu tanpa sadar hari sudah larut. Besoknya, kamu ulang lagi. Begitu tenggat tinggal dua hari, panik melanda. Kamu begadang, stres, dan hasilnya jauh dari maksimal. Cerita ini klasik di kalangan mahasiswa. Kita sering memilih kenyamanan sesaat, lalu membayar imbasnya di kemudian hari.

Lalu kenapa kita suka menunda? Salah satu alasan paling umum adalah karena kita merasa “tidak punya motivasi.” Padahal, motivasi itu sifatnya naik turun. Hari ini kamu semangat, besok bisa lesu hanya karena hujan atau kurang tidur. Kalau kamu hanya mengandalkan motivasi, maka produktivitasmu akan selalu jadi korban suasana hati. Disinilah disiplin berperan. Disiplin adalah melakukan apa yang perlu dilakukan, tidak peduli kamu sedang malas atau semangat. James Clear dalam Atomic Habits berkata, “You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your system.” Kamu tidak akan setinggi targetmu, tapi serendah sistem yang kamu bangun. Motivasi hanyalah percikan api, tapi disiplin adalah bahan bakar yang membuat api tetap menyala.

Sekarang, mari berkenalan dengan seseorang yang mungkin selama ini kamu abaikan: your future self, atau dirimu di masa depan. Psikolog Hal Hershfield dari UCLA, dalam bukunya Your Future Self: Mewujudkan Sosok yang Anda Inginkan di Masa Depan Sambil Menikmati Hari Ini, menjelaskan bahwa banyak dari kita memperlakukan future self kita seperti orang asing. Padahal, semakin dekat hubunganmu dengan dirimu di masa depan, semakin baik persiapan yang akan kamu lakukan sekarang. Hershfield mengatakan, “By studying the mind and the brain, we can better understand why we sometimes treat our future selves as strangers and how we can eventually learn to be kinder to them.”

Konsep yang sederhana namun kuat, karena setiap tindakan kecil yang kamu lakukan hari ini, baik atau buruk, akan langsung “diterima” oleh dirimu di minggu depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan. ketika kamu memilih untuk menunda belajar, yang menderita adalah future you. Ketika kamu memilih untuk merapikan catatan sekarang, future you akan berterima kasih saat ujian. Seperti yang dikatakan Robin Sharma dalam The 5 AM Club, “Small daily disciplines, repeated over time, lead to extraordinary results.”

Five Ways to Be Kind to Your Future Self

 1. One Tiny Task Before You Scroll

Jadikan kebiasaan untuk menyelesaikan satu tugas kecil kapanpun sebelum menyentuh ponsel. Bisa baca satu halaman buku, tulis tiga target harian, atau sekadar rapikan meja. Hanya butuh 5 menit, tapi akan mengubah bagaimana harimu berjalan.

2. Set a Screen Time Budget

Doom Scrolling adalah musuh terbesar produktivitas. Kamu tidak perlu matikan ponsel sepenuhnya, cukup beri batasan. Gunakan fitur screen time bawaan atau teknik Pomodoro: belajar 25 menit, lalu boleh lihat medsos 5 menit. Ini melatih otak untuk tidak terus menerus mencari hiburan instan.

3. Treat Sleep as Non Negotiable

Tidur yang cukup sering dikorbankan demi tugas yang dikejar tenggat malam. Padahal tidur adalah salah satu bentuk kebaikan paling nyata untuk future you. Otakmu membersihkan sampah metabolik, menguatkan memori, dan menyiapkan energi untuk hari esok. Usahakan konsisten di 7-8 jam. Future you akan membalasnya dengan fokus dan suasana hati yang lebih stabil.

4. Tidy Your Notes in Small Doses

Kamu tidak perlu merombak seluruh format catatanmu dalam satu hari. Cukup setiap hari luangkan 5-10 menit untuk merapikan satu bagian kecil. Tambahkan judul, perbaiki singkatan, atau highlight poin penting. Kebiasaan ini akan menyelamatkanmu saat ujian atau ketika kamu perlu informasi tanpa pusing mencari lagi.

5. Ask Yourself: “Would Future Me, Thank Me For This?”

Sebelum memutuskan sesuatu, tanya dirimu, “Apakah keputusan ini akan membuat future me bersyukur atau justru kesal? Pertanyaan sederhana ini memaksamu untuk keluar dari kenyamanan sesaat dan melihat gambaran yang lebih besar.

 Future you tidak akan mengingat betapa sulitnya hari ini. Mereka hanya akan merasakan hasil dari pilihan yang kamu buat sekarang. Kabar baiknya, kamu tidak perlu melakukan hal besar. Cukup satu tindakan kecil hari ini. Matikan ponsel 5 menit lebih awal, kerjakan satu paragraf atau bahkan satu kalimat pertama dari tugasmu, atau tidur sebelum tengah malam. Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan berulang, akan berlipat ganda seperti investasi yang kamu rawat. James Clear dalam Atomic Habits berkata, “Every action you take is a vote for the type of person you wish to become.” Setiap tindakanmu adalah suara untuk siapa kamu ingin menjadi. Maka mulai sekarang, berikan suaramu pada versi dirimu yang lebih baik. Your future self will thank you, quietly and sincerely, by simply being okay.

 

Referensi:

Hershfield, Hal. (2026). Your Future Self: Mewujudkan Sosok yang Anda Inginkan di Masa Depan Sambil Menikmati Hari Ini. Gramedia Pustaka Utama.

Sharma, R. (2025). The 5 AM Club: Bangun rutinitas pagi untuk level up hidupmu!. Bhuana Ilmu Populer.

Clear, James. (2019). Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa. Gramedia Pustaka Utama.

 

PenulisCut Syifa Khalda Nabila | Editor: Irma Sari | Gambar: Unsplash

Aksesibilitas
Bantuan