Informasi Umum

Kode

21.04.2396

Klasifikasi

302.2 - communication, content analysis, semiotics

Jenis

Karya Ilmiah - Skripsi (S1) - Reference

Subjek

Communication And Culture

Dilihat

1133 kali

Informasi Lainnya

Abstraksi

ABSTRAK Melihat minimnya media massa yang memberitakan isu kekerasan terhadap perempuan melalui perspektif gender dan feminis, akun Instagram @indonesiafeminis hadir untuk menawarkan media alternatif yang mencoba membangun lingkungan anti-kekerasan terhadap perempuan melalui konten-kontennya. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengkaji bagaimana followers Gen Z memaknai (decode) konten Anti-Kekerasan Perempuan @indonesiafeminis berdasarkan frame of knowledge, relation of production, dan technical infrastructure. Hasil decoding tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam konsep Hypothetical Audience yang terdiri dari posisi dominan-hegemonic, negotiated position, dan oppotitional position. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan metode Analisis Resepsi oleh Stuart Hall; menggunakan purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan; melakukan wawancara mendalam dengan masing-masing 10 informan sebagai teknik pengumpulan data; menggunakan Model Analitik Interaktif oleh Miles dan Huberman untuk menganalisis data; dan menggunakan Qualitative Coding sebagai teknik reduksi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas followers Gen Z @indonesiafeminis memaknai konten Anti-Kekerasan Perempuan dalam negotiated position yang sebagian besar dipengaruhi oleh pemikiran yang kritis, nilai-nilai agama, keadaan keluarga, dan eksplorasi lanjutan melalui medium lain.

Kata kunci: Analisis Resepsi, @Indonesiafeminis, Anti-Kekerasan Perempuan, Konten Instagram, Followers Gen Z

ABSTRACT Knowing the lack of mass media which reporting violence against women issues through gender and feminist perspectives, @indonesiafeminis Instagram account exists to offer an alternative media that tries to establish an environment of anti-violence against women through its contents. This article is a descriptive qualitative study that aims to examine how Gen Z followers decode an Anti-Violence Against Women content of @indonesiafeminis’ based on their frame of knowledges, relation of productions, and technical infrastructures. Those decoding outputs then be classified into a Hypothetical Audience concept that consisting of dominant-hegemonic position, negotiated position, and oppotitional position. To reach the goals this study used the Audience Reception Theory by Stuart Hall as a methodological analysis; used purposive sampling as an informant selection tool; conducted in-depth interviews with each of 10 informants as data accumulation technique; used the Interactive Analytical Model by Miles and Huberman as a data anlysis tool; and used the Qualitative Coding as data reduction technique. This study shows that the majority of @indonesiafeminis’ Gen Z followers decode an Anti-Violence Against Women content in a negotiated position which mostly influenced by their critical thinking, religious values, family’s circumstances, and advanced exploration through other medium.

Keywords: Audience Reception, @Indonesiafemini, Anti-Violence Against Women, Instagram Content, Gen Z Followers

Koleksi & Sirkulasi

Seluruh 1 koleksi sedang dipinjam

Anda harus log in untuk mengakses flippingbook

Pengarang

Nama FIONA PARAMITA
Jenis Perorangan
Penyunting ALILA PRAMIYANTI
Penerjemah

Penerbit

Nama Universitas Telkom, S1 Ilmu Komunikasi
Kota Bandung
Tahun 2021

Sirkulasi

Harga sewa IDR 0,00
Denda harian IDR 0,00
Jenis Non-Sirkulasi